Tak Lolos Akreditasi Lanjutan dan Jumlah Siswa, 28 Sekolah Gagal Unas

TULUNGAGUNG - Sebanyak 28 SLTP dan SLTA di Tulungagung tidak bisa menyelenggarakan ujian nasional (unas) pada Maret mendatang. Selain tak lolos akreditasi lanjutan dan jumlah siswa di tiap sekolah tersebut di bawah 20 orang.

Meski begitu, siswa dari sekolah gagal unas -sebutan sekolah tidak bisa menyelenggarakan unas- tidak perlu khawatir. Mereka akan diikutkan ke sekolah lain yang memenuhi syarat.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan (Dindik) Tulungagung Marjadji dua hari lalu. "Solusinya, siswa dari sekolah yang tidak bisa menyelenggarakan unas, akan digabung dengan sekolah yang berhak melaksanakan unas," katanya.

Di Tulungagung tercatat SMP (57 lembaga), MTs (33), SMA (18), SMK (18), dan MA (9) yang berhak menyelenggarakan unas. Sedang sekolah yang gagal unas terdiri SMA (2 lembaga), SMK (4 lembaga), MTS (5 lembaga) dan SMP (17 lembaga). Total 23 lembaga.

Marjadji mengatakan syarat minimal untuk bisa menyelanggarakan unas, sekolah harus mendapat akreditasi B dari Badan Akreditasi Nasional (BAN). Nilai akreditasi ditentukan tim BAN Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Sebelumnya, lanjut dia, tim menyurvey tiap-tiap sekolah berdasar beberapa kriteria. Diantaranya sarana dan prasarana, isi dan proses pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidik, serta pengelolaan kompetensi.

"Penilaian dilakukan setiap tahun atau selama tahun ajaran. Tak menutup kemungkinan, nilai berubah. Tahun sekarang baik, eh tahun berikutnya turun," tuturnya.

Paska memberikan nilai sekolah, tim akreditasi memberikan masukan ke sekolah. Tujuannya, agar sejumlah kekurangan segera bisa diperbaiki.

Kepala Dindik Tulungagung Winarto membenarkan sejumlah sekolah tak bisa menyelenggarakan unas sendiri. Itu karena tak memenuhi syarat. Namun siswa bisa mengikuti unas dengan cara bergabung ke sekolah yang berhak menyelenggarakan unas. 

0 comments:

Post a Comment

Followers

 
© 2010 Koranku | Blogger.com