Akhirnya Mulyadi Direstui Megawati

TRENGGALEK - Seperti yang diprediksi sebelumnya, rekomendasi DPP PDI Perjuangan akhirnya jatuh ke tangan Dr Ir Mulyadi WR MMT. Sekitar pukul 10.30 kemarin (5/2), restu tersebut diserahkan langsung Ketua DPD PDIP Jatim Sirmadji kepada Mulyadi di Kantor DPD PDIP Jatim di Surabaya. 

Rekomendasi sebagai calon bupati (Cabup) Trenggalek tersebut ditandatangani Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dengan begitu, Mulyadi resmi menjadi jago PDIP Trenggalek pada Pemilihan Bupati yang digelar 2 Juni mendatang. 

Hal itu diungkapkan Ketua DPC PDIP Trenggalek Akbar Abas kemarin. Menurut Abas, ketua umum PDIP tidak hadir menemui Mulyadi. Tetapi Megawati menitip pesan pada masyarakat Trenggalek terutama seluruh anggota fraksi, pengurus DPC sampai anak ranting dan simpatisan PDIP agar memperjuangkan Mulyadi menjadi Bupati Trenggalek periode 2010-2015.

"Itu hukumnya wajib," tegasnya kemarin.

Selain itu, lanjut Abas, diharapkan seluruh masyarakat Trenggalek mendukung Mulyadi. "Ini semua demi masyarakat Trenggalek, agar pembangunan dan kesejahteraan meningkat dan tidak ketinggalan dengan kabupaten lain di Jawa Timur," jelas Abas.

Ia juga sempat bertemu Megawati di Bandara Juanda ketika hendak menghadiri Rapimnas Hanura di Hotel Sangrrila Surabaya.

Dan dengan turunnya rekom tersebut, Abas juga mempersilahkan Mulyadi mencari calon wabup (cawabup) yang tepat untuk digandeng. Tidak hanya itu, Abas juga mempersilahkan Mulyadi yang masih tercatat sebagai Kepala Badan Pengawas (Bawas) Pemprov Jatim ini melakukan komunikasi politik terutama dengan PKB maupun partai lain. 

Ketika ditanya apa yang menjadi dasar DPP PDIP menjatuhkan rekom ke mantan bupati Trenggalek periode 2000-2005 itu, Abas menjelaskan, sebenarnya banyak penilainnya. Di antaranya Mulyadi dianggap berpengalaman mengatur birokrasi. Dan berdasarkan hasil survei berbagai lembaga independen, Mulyadi memiliki tingkat popularitas dan elektabilitas tinggi dibandingkan calon lain. "Sebenarnya yang daftar di PDI Perjuangan semua baik. Namun kami memilih yang terbaik untuk menjadi pemimpin yang sesuai dengan kehendak masyarakat Trenggalek. Dan yang betul-betul bisa melaksanakan keinginan warga PDIP Trenggalek partainya wong cilik," kata ketua DPRD Trenggalek kemarin.

Selain alasan itu, calon yang diusung PDIP harus mampu melaksanakan 10 Dasa Prasetya. Antara lain menegakkan NKRI, mengamalkan UUD 45, meringankan biaya berobat untuk warga kurang mampu berdasarkan kemampuan keuangan daerah, memberikan biaya pendidikan pendidikan pada warga kurang mampu sesuai kemampuan keuangan daerah, memperkuat perekonomian rakyat, menyediakan perumahan yang sehat bagi rakyat kurang mampi, perbaikan infrastruktur, reformasi birokrasi pemerintahan dan pelayanan yang pasti cepat dan murah. 

"Kalau dilihat dari 10 hasta Prasetya ada beberapa hal yang tidak bisa dilaksanakan calon lain. Seperti reformasi birokrasi, pelayanan pasti yang cepat dan murah, pemerintahan bebas KKN. Kita bisa bercermin dari pemerintahan dan layanan publik di Trenggalek saat ini apakah sudah berjalan baik ini salah satu pertimbangan PDIP memilih Mulyadi menjadi Cabup," jelasnya.

Abas melanjutkan, meski saat ini PDIP memiliki kursi terbanyak di dewan, pada pilbup mendatang PDIP tak bisa berjalan sendiri. Artinya, partainya harus gotong-royong dan berkoaliasi dengan partai lain untuk membangun Trenggalek. 

"PDIP akan membangun koalisi kerakyatan, tidak hanya dengan Parpol, tapi juga dengan birokrasi, LSM, tokoh-tokoh masyarakat, ormas, Paguyupan Tukang Becak, Ojek, Sopir, Nelayan, Petani Hutan dan lain-lain," kata ketua DPRD Trenggalek tersebut. 

Tujuan merangkul semua elemen ini bertujuan mengakomodasi kepentingan masyarakat. Karena, hal itu tidak hanya merupakan kepentingan PDIP. Namun, tambah dia, juga kepentingan yang lebih besar yakni masyarakat Trenggalek, untuk menuju perubahan yang lebih baik. 

Abas menambahkan, pihaknya mengucapkan terima kasih pada Soeharto dan Muhsin yang mendaftar ke PDIP, namun keputusan tetap ditentukan DPP PDIP.



Berita Terkait ............



Cari Cawabup Disukai Rakyat
Sementara itu Dr Ir, Mulyadi Wr, MMT saat dihubungi mengaku senang dengan hasil Rekom dari DPP PDIP itu. Karena Rekom yang diterimanya benar-benar melalui proses yang sesuai dengan prosedur aturan partai yang benar dan melalui tahapan yang panjang. "Ini memang sesuai harapan saya, saya mengucapkan terima kasih pada PDIP, saya tahu PDIP tidak mudah menjatuhkan rekom, karena ini sudah berdasarkan survey dan juga berdasarkan kehendak rakyat Trenggalek," tegas pria yang dekat dengan Gubernur Jatim itu.

Lebih jauh dia menambahkan, rekom yang diterimanya ini bukan rekom karbitan yang bisa turun dalam sekejab. Rekom ini, kehendak dan aspirasi masyarakat bukan kehendak elit politik. "Saya bersyukur, sebab dengan modal rekom ini, saya bertekat kembali membangun Trenggalek yang lebih baik, demi masa depan masyarakat Trenggalek," ujarnya.

Saat ditanya tentang cawabup, pria penghobi memelihara burung Punglor Kembang ini akan memilih cawabup yang baik. Mempunyai elektabilitas yang tinggi, financial yang memadai, jaringan yang kuat dan tentunya yang disukai masyarakat Trenggalek. "Segala kemungkinan koaliasi akan kita jajaki, demi terciptanya Trenggalek yang lebih baik. Mohon doa restunya semoga, berjalan dengan aman dan lancar, kondusif sesuai dengan keinginan masyarakat Trenggalek.

1 comments:

taris said...

Konsolidasi terus ...buat persiapan Pemilu berikutnya (masih lama ya...), maju terus moncong putih.

Post a Comment

Followers

 
© 2010 Koranku | Blogger.com