Soeharto Mantap Koalisi Trenggalek Maju Mapan

TRENGGALEK - Soeharto sudah mengantongi tiket untuk maju dalam pilihan bupati Trenggalek pada 2 Juni mendatang. Lantas, bagaimanakah dengan Mulyadi? Dia menyatakan masih menunggu rekomendasi Ketua DPP PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Saya masih menunggu rekomendasi dari PDIP. Doakan semuanya lancar," kata pria yang kini menjawab kepala Badan Pengawas Pemprov Jatim itu.

Ketua DPC PDIP Trenggalek Akbar Abas memperkirakan, rekomendasi Megawati diperkirakan turun pada Jumat (5/1) besok. Itu merujuk undangan agar pengurus DPC PDIP Trenggalek ke DPD PDIP Jatim. 

"Rencananya, Ibu Mega sendiri yang akan menyerahkan rekomendasi ke bakal calon bupati (bacabup). Tentu disaksikan oleh seluruh pengurus DPC," kata Abas ketika dihubungi via HP tadi malam.

Artinya, si penerima rekom (sebutan rekomendasi) juga hadir? Dengan tegas pria yang juga ketua DPRD Trenggalek itu menjawab, iya. Karena, bacabup yang terpilih juga diminta untuk menandatangani semacam perjanjian. Isinya, jika menjadi bupati Trenggalek periode 2010-2015 maka harus memperjuangkan rakyat kecil. "Kan PDIP merupakan parpol wong cilik," tukasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, dua bacabup mendaftar ke PDIP da berebut rekomendasi dari DPP partai tersebut. Mereka adalah Soeharto yang tak lain bupati Trenggalek saat ini, dan Mulyadi. 

Soeharto akhirnya didukung sembilan partai yang kemarin mendeklarasikan Koalisi Trenggalek Maju Mapan. Sembilan partai tersebut terdiri atas Partai Demokrat, Partai Golkar, PKS, PAN, PKNU, Partai Patriot, PDP, PKPI dan PPRN.

Soeharto mengaku tidak menyepelekan isu sekecil apapun. Berdasarkan infomasi yang diterimanya, mengarah jika rekom PDIP tidak akan turun padanya. 

"Sudah 40 hari semenjak pendaftaran, belum ada keputusan, sementara waktu semakin mepet. Melihat perkembangan politis, tentu kami sudah memperhitungkan dengan baik. Terus terang kemarin (deklarasi dirinya, red) itu begitu luar biasa. Ini menjadi mukjizat politik bagi saya," ucapnya.

Soeharto mengaku belum mengetahui secara jelas rekomendasi PDIP akan diberikan kepada siapa. Di sisi lain, dia juga mengaku mendapatkan masukan, bahwa dalam politik semuanya serba mungkin. Namun kembali pada perhitungan politis, dia tidak melewatkan soliditas parpol yang siap mengusungnya.

Ada juga yang menilai Soeharto terlalu terburu-buru. Tapi dia punya pandangan lain. "Tentu saja saya tidak mau ambil risiko. Kalau memang kendaraan yang digadang-gadang teryata sudah dicarter orang lain, lebih baik saya pakai kendaraan lain saja," tandasnya.

Kemudahan yang didapatkan Soeharto dalam Koaliasi Maju Mapan adalah keleluasaannya untuk menentukan siapa bakal calon wakil bupati. Namun Soeharto mengatakan belum punya gambaran sosok calon wabup tersebut. "O..., sementara belum," pungkasnya.

0 comments:

Post a Comment

Followers

 
© 2010 Koranku | Blogger.com