60 Terjangkit AIDS, 16 Meninggal

Khawatir Dikucilkan, Masih Banyak Tertutup
Kediri - Penderita HIV/AIDS di Kota Kediri, semakin lama semakin tinggi. Pada 2009, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kediri  ada 60 penderita HIV/AIDS. Sebanyak 16 orang di antaranya sudah meninggal dunia. Sehingga masih ada 44 orang dengan HIV/AIDS yang hidup. “Karena itu, sudah seharusnya kita selalu waspada terhadap penyebaran HIV/AIDS,” ujar Ketua Badan Narkotika Kota (BNK) Kediri, Abdullah Abu Bakar, di sela-sela konser musik anti HIV/AIDS ‘A Song for AIDS, Universal One Voice Concert’, di bundaran Sekartaji kemarin malam.
Abdullah Abu Bakar menjelaskan, dari sisa 44 orang itu sebanyak 26 orang dari Kota Kediri. Sisanya berasal dari luar kota. Jumlah penderita HIV/AIDS yang tercatat ini, sebenarnya hanyalah fenomena puncak gunung es. Karena masih banyak penderita HIV/AIDS yang belum terdeteksi. Masih banyak penderita HIV/AIDS yang enggan memeriksakan diri sehingga tidak diketahui. “Diduga, jumlahnya sangat banyak,”tambah Abdullah.
Dari 44 orang yang saat ini terinfeski HIV itu, lanjut Abdullah, 4 orang sudah positif AIDS. Mengingat tingginya angka penderita, Abdullah berharap agar masyarakat menjaga diri jangan sampai terjangkit. Selain itu, terkait keberadaan penderita HIV/AIDS, dia berharap masyarakat lebih bisa menghargai dalam pergaulan, tidak perlu dikucilkan. “Yang terpenting  adalah menjauhi virusnya, bukan orangnya,”tambah Abdullah.
Abdullah mengakui selama ini memang para penderita HIV/AIDS masih sangat tertutup. Belum banyak yang mau terbuka kepada masyarakat. Mereka masih khawatir akan dikucilkan jika ketahuan dirinya menderita HIV/AIDS. “Kekhawatiran itulah yang membuat mereka tertutup,”katanya.
Ketertutupan itu, justru mempersulit pemerintah untuk mendeteksi jumlah penderita HIV/AIDS yang sebenarnya. Sehingga penyebarannya tidak dapat dikendalikan. “Karena itu, secara perlahan harus dilakukan sosialisasi ke masyarakat,” lanjut pria yang juga Wakil Wali Kota Kediri itu.
Alasan itulah yang membuat BNK dan Komisi Penanggulangan AIDS daerah, pada Sabtu (19/12) malam kemarin menyelenggarakan konser musik ‘A Song for AIDS, Universal One Voice Concert’. Yakni untuk mensosialisasikan bahanyanya virus HIV/AIDS. Mengingat, anak muda sangat potensial tertular virus mematikan itu.
Pada acara tersebut, Abdullah Abu Bakar sempat bernyanyi beberapa lagu. Tak ayal, kemauan Abdullah untuk menyanyi ini langsung disambut meriah masyarakat pengunjung.

0 comments:

Post a Comment

Followers

 
© 2010 Koranku | Blogger.com