Inter Milan Buka Peluang ke Final Coppa, Menang 1-0 Atas Fiorentina

Inter Milan membuka peluang lolos ke final Coppa Italia. Hal tersebut seiring dengan kemenangan 1-0 yang diraih atas Fiorentina pada first leg semifinal di Stadion Giuseppe Meazza, Milan, kemarin dini hari WIB (4/2). Hanya, hasil itu belum membuat posisi Inter aman.

Di atas kertas, Nerazzurri -julukan Inter- memang hanya butuh hasil seri untuk melaju ke final. Namun, itu tidak akan mudah karena mereka bertindak sebagai tamu pada laga second leg di Stadion Artemio Franchi, markas Fiorentina, 14 April nanti.

Karena itu, allenatore Inter Jose Mourinho sedikit kecewa dengan hasil first leg kemarin. "Setelah second leg, baru kami tahu apakah hasil itu bagus atau tidak," tutur Mourinho seperti dilansir Sky Sport.

Kemenangan Inter ditentukan oleh gol Diego Milito pada menit ke-34. Setelah itu, tuan rumah justru tertekan. Untung, La Viola -julukan Fiorentina- tak mampu mencetak gol.

"Saya suka dengan hasil tersebut, tapi tidak puas dengan performa kami, terutama di babak kedua. Saya berharap lebih dari para pemain. Setelah ini, kami akan bermain di Firenze. Itu tidak mudah. Mereka bakal berusaha mengalahkan kami," papar Mourinho.

Selain kecewa dengan performa tim, dia kesal dengan kelakuan striker Mario Balotelli. Bahkan, pelatih asal Portugal itu beradu mulut dengan Balotelli. Insiden tersebut terjadi saat Balotelli ditarik ke luar, lalu digantikan oleh Thiago Motta pada menit ke-69.

Bukan kembali ke bangku cadangan, Balotelli justru langsung menuju ruang ganti. Mourinho kecewa dengan sikap Balotelli yang tidak memberikan bantuan untuk bertahan saat tim diserang balik.

Balotelli telat bangkit setelah dilanggar. Meskipun, saat itu wasit tidak menyatakan hal tersebut sebagai pelanggaran. Nah, kesempatan itu dimanfaatkan oleh para penggawa Fiorentina untuk melancarkan serangan balik. "Saya tak peduli dia cedera atau kehilangan lensa kontak, dia harus bantu pertahanan dulu," tegas Mourinho.

Gelandang Inter Sulley Ali Muntari mengakui kelengahan timnya. "Kami tidak begitu terfokus di awal laga. Untung, kami mencetak gol pada peluang pertama yang kami miliki," papar Muntari kepada RAI.

Di sisi lain, tactician Fiorentina Cesare Prandelli menyatakan puas meski tim asuhannya kalah. "Kami bermain dengan baik. Itu tidak kami sangka karena bermain di markas Inter. Kami hanya kurang tajam di lini depan," papar Prandelli seperti dilansir Football Italia.

Sementara itu, striker Fiorentina Alberto Gilardino menilai absennya Adrian Mutu lantaran tersangkut kasus doping membuat daya gedor timnya berkurang. "Kami kehilangan dia (Mutu, Red). Semoga dia bisa segera kembali," papar Gilardino kepada RAI.

Tanpa Mutu, Gilardino harus bekerja sendirian di lini depan. Gila -sapaan akrab Gilardino- baru mendapatkan partner ketika Stevan Jovetic masuk pada menit ke-58. "Dalam beberapa bulan ke depan, kami harus beri Jovetic kepercayaan," ujar Gila.

Laga itu diwarnai aksi debut tiga pemain. Yakni, gelandang Inter McDonald Mariga serta Mario Bolatti dan Adem Ljajic dari kubu Fiorentina. "Debut yang bagus meski kalah," ucap Bolatti.

0 comments:

Post a Comment

Followers

 
© 2010 Koranku | Blogger.com